Perawat adalah sebuah profesi, dimana sebuah pekerjaan akan disebut
profesi maka mempunyai syarat, beberapa diantaranya: kode etik,
mempunyai organisasi profesi, mempunyai body of knowledge, diperoleh
melalui pendidikan formal. Begitu juga perawat, mempunyai kode etik
keperawatan, mempunyai organisasi profesi (di Indonesia PPNI), diperoleh
melalui pendidikan formal, mempunyai body of knowledge, dan lain-lain.
Jenjang pendidikannya mulai dari SPK (sekarang sudah dihapus), D3, D4,
S1 Keperawatan, S2 Keperawatan dan Spesialis (Keperawatan Komunitas;
Keperawatan Jiwa; Keperawatan Maternitas; Keperawatan Medikal Bedah;
Keperawatan Keluarga; Keperawatan Gerontik; Keperawatan Gawat Darurat;
Keperawatan Anak), dan S3. Untuk di Indonesia baru ada sampai jenjang S2
dan Spesialis (Keperawatan Komunitas; Keperawatan Jiwa; Keperawatan
Maternitas; Keperawatan Medikal Bedah; Keperawatan Gawat Darurat;
Keperawatan Anak).
Perawat dapat berperan sebagai pendidik, peneliti, advokat,
pelaksana. Pendidik disini dapat sebagai dosen maupun ketika perawat
memberikan penddikan kesehatan kepada klien. Peneliti yaitu mengadakan
penelitian untuk mengembangkan ilmu dan praktik keperawatan. Advokat
yaitu ketika membantu klien untuk mendapatkan hak-hak klien (seperti
mendapat info tentang ASKESKIN; obat yang sesuai jangkauan ekonomi
klien; pengobatan atau perawatan atau terapi yang sesuai). Pelaksana
yaitu perawat yang bekerja memberikan asuhan keperawatan misalnya di
tempat peayanan kesehatan seperti rumah sakit, dll.
Seorang perawat adalah profesi yang diharapkan selalu care (peduli)
terhadap klien (pasien yang tidak hanya sebagai objek, tapi juga subjek
yang ikut menentukan keputusan akan pengobatan/terapi/perawatan terhadap
dirinya dan terlibat secara aktif). Seorang perawat memandang seseorang
klien secara holistik/menyeluruh. Perawat tidak memandang klien hanya
sebagai individu yang sedang sakit secara fisik/bio, tetapi juga
memperhatikan kondisi mental/psikis/kejiwaan, sosial, spiritual, dan
cultural. Oleh karena itu, untuk memberikan asuhan keperawatan, seorang
perawat harus mengkaji aspek yang holistik tersebut (bio, psiko, sosio,
spiritual, dan cultural). Dan asuhan yang dilakukan perawat adalah
memberikan perawatan, sedangkan dokter adalah mengobati.
Salah satu contohnya adalah misalnya klien mengalami batuk. Maka
sesuai profesinya, yang dilakukan dokter ke klien ini adalah memberikan
obat batuk (misalnya dextral). Sedangkan yang dilakukan perawat atau
asuhan keperawatannya adalah mengatasi masalah keperawatan apa yang
timbul akibat batuk yang dialami klien tersebut dengan cara melakukan
pengkajian terlebih dahulu, seperti: kapan mulai batuk, terus-menerus
atau waktu-waktu tertentu, berdahak atau tidak, jika berdahak perlu
dikaji apakah klien bisa mengeluarkan dahaknya, seperti apa dahaknya
(jumlah, warna, konsistensi), apakah pernapasan klien terganggu,
bagaimana pola napasnya, apakah aktivitas klien terganggu, jika ya maka
perlu dikaji aktivitas seperti apa yang terganggu.
Jika klien batuk dan dahaknya sulit keluar, maka perawat mengajarkan
cara bagaimana batuk yang efektif untuk mengeluarkan dahaknya atau
dengan memberikan fisioterapi dada maupun suction jika masih banyak
dahak yang menumpuk di saluran pernapasan atau paru-paru. Jika klien
sulit bernapas, perawat menganjurkan klien untuk tidur dengan posisi
tubuh bagian kepala-dada lebih tinggi daripada panggul-kaki (posisi semi
fowler). Selain itu, perawat juga mengkaji perasaan klien. Jika klien
mengalami kecemasan/ansietas, maka hal ini juga perlu diatasi perawat.
Contoh lainnya yaitu misalnya klien mengalami mual dan muntah. Dokter
akan memberikan obat anti emetik untuk mengatasi masalah ini. Sedangkan
asuhan keperawatan yang dilakukan perawat adalah mengatasi akibat dari
mual muntah ini, seperti: memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mengantikan
nutrisi yang keluar saat muntah dan mencegah kurangnya nutrisi pada
klien; memehuhi kebutuhan cairan (air, elektrolit) untuk menggantikan
cairan yang keluar tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi. Perawat juga
perlu mengkaji perasaan klien dan mengatasi jika ada masalah dengan
psikologisnnya.
Untuk kedepannya (yang akan dituju), keperawatan tidak hanya berfokus
pada pelayanan kesehatan (di rumah sakit, poliklinik, Puskesmas, dan
penyedia pelayanan kesehatan lain) namun keperawatan yang berbasis
komunitas (baik komunitas secara keseluruhan di suatu wilayah tertentu,
agregat/kelompok usia tertentu, keluarga, maupun gerontik/lansia).
Dengan sistem yang seperti ini (berbasis komunitas), perawat tidak hanya
duduk di tempat pelayanan kesehatan menunggu datangnya klien atau
merawat klien yang sudah ada di tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga
melakukan pengkajian ke masyarakat/komunitas (ke komunitas itu sendiri,
agregat, keluarga, gerontik) untuk mengetahui masalah kesehatan yang
sedang dialami, faktor risiko dan penyakit yang akan muncul akibat
risiko tersebut, serta pendidikan kesehatan (seperti penyuluhan tentang
DBD, Flu Burung, Hipertensi/darah tinggi, penyakit Gula/Diabetes
Mellitus, dan lain-lain).
Pada sistem perawatan berbasis komunitas, perawat bekerjasama dengan
berbagai pihak, seperti: tim kesehatan lain, kader kesehatan wilayah
setempat (wilayah yang dikaji), pemerintahan setempat, SDM yang ada
diwilayah setempat untuk diberdayakan kemampuannya (empowerment), dinas
Kesehatan setempat, dinas Kebersihan dan Tata kota, dan lain-lain. Hal
ini akan bermanfaat untuk pendeteksian jumlah penderita penyakit
tertentu yang tidak memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan,
pendeteksian faktor risiko dan penyakit yang akan ditimbulkan, serta
yang paling penting adalah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi
masalah kesehatan yang ada di Indonesia karena disini upaya promotif
maupun preventif/pencegahan terhadap masalah kesehatan lebih optimal
secara kuantitas dan waktu (karena lebih awal) daripada di sektor lain
(klinik/penyedia pelayanan kesehatan). Harapannya, sistem berbasis
komunitas ini mendapat persetujuan, dukungan serta kerjasama dari
berbagai pihak dan dapat terlaksana di seluruh wilayah yang ada di
Indonesia.
Ayo wujudkan masyarakat Indonesia sehat bersama Perawat!
Sumber : Klik disini...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar